Deli Serdang – Tim Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) Universitas Medan Area (UMA) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Kemitraan Gender dalam Keluarga melalui Edukasi Peran Gender untuk Mewujudkan Pola Asuh Responsif Gender di Desa Sukamakmur”. Kegiatan berlangsung pada 9-12 Januari 2026 di Desa Rumah Mbacang, Desa Sukamakmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kemitraan gender dalam keluarga sebagai landasan membangun pola asuh yang adil, harmonis, dan responsif terhadap kebutuhan anak. Kegiatan diikuti oleh masyarakat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur yang memiliki peran dalam pembinaan keluarga di lingkungan desa.
Tim PKM diketuai oleh Amas Mashudin, S.IP., M.AP, dengan anggota Khairullah, S.I.Kom., M.I.Kom, Dr. Armansyah Matondang, S.Sos., M.Si, dan Dr. Drs. Indra Muda, M.AP, serta Anggota HIMAP. Melalui kegiatan ini, Tim memberikan edukasi mengenai konsep gender, budaya patriarki, pembagian peran dalam keluarga, komunikasi keluarga, serta penerapan pola asuh responsif gender.

Ketua Tim PKM menjelaskan, bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kemitraan gender menjadi penting agar setiap anggota keluarga dapat menjalankan peran dan tanggung jawab secara kolaboratif tanpa dibatasi oleh stereotip gender.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong terbangunnya kesadaran bahwa ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama penting dalam mendidik, mengasuh, dan mendampingi tumbuh kembang anak. Kemitraan gender bukan berarti menghilangkan peran masing-masing, melainkan memperkuat kerja sama dalam keluarga,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi melalui metode ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, serta sesi tanya-jawab. Berbagai persoalan yang sering dihadapi keluarga dalam pembagian peran domestik maupun pengasuhan anak menjadi bahan diskusi bersama, sehingga peserta dapat menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam setiap sesi kegiatan. Berbagai pertanyaan dan pengalaman disampaikan peserta mengenai pola komunikasi keluarga, pembagian tanggung-jawab rumah tangga, hingga strategi membangun pola asuh yang mendukung perkembangan anak secara optimal.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep gender, pentingnya kemitraan dalam keluarga, serta penerapan pola asuh responsif gender. Masyarakat juga menyatakan komitmennya untuk mulai menerapkan pembagian peran yang lebih proporsional berdasarkan komunikasi dan kesepakatan bersama dalam kehidupan keluarga.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat ini, Universitas Medan Area kembali menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun masyarakat yang lebih harmonis, inklusif, dan berkeadilan melalui peningkatan literasi mengenai kemitraan gender.

